coverimg
coverimg
coverimg
title
cloud
cloud

Pandemi Covid-19 memukul perekonomian global. Berbagai kebijakan untuk mencegah penyebaran virus corona ini membuat sektor ekonomi berbagai negara mengalami kemacetan.

Cov19particle Cov19particle Cov19particle Cov19particle Cov19particle Coin Picture

Gara - Gara
Covid-19

Makhluk tak kasat mata itu mengakibatkan perekonomian banyak negara porak poranda hingga akhirnya masuk jurang resesi.

Covid-19 telah menjangkiti hampir 200 negara di dunia. Sejak Covid-19 mulai menyebar ke berbagai negara. Pasar saham di berbagai negara besar pun rontok. Pasar finansial ini merupakan salah satu indikator perekonomian kasat mata yang paling cepat merespons.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terdampak. Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus pertama positif Covid-19 di Indonesia, IHSG langsung terkoreksi secara bertahap. Bahkan sempat anjlok ke level 3.937,63 pada 24 Maret 2020. Posisi ini terendah selama hampir 8 tahun.

Per 23 September 2020, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berada di posisi 4.917,96, melorot 21,7 persen dibandingkan 2 Januari 2020 yang berada di level 6.283,58.

Bukan hanya pasar saham, nilai tukar mata uang dari berbagai negara terhadap dollar AS juga sempat mengalami pelemahan akibat virus yang awalnya merebak di Wuhan, China. Nilai tukar rupiah bahkan sempat hampir menembus angka Rp 17.000 per dollar AS pada akhir Maret.

Bukan hanya pasar keuangan, pandemi Covid-19 juga langsung memberikan pukulan telak kepada sektor riil seluruh dunia.

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat hingga 27 Mei lalu, jumlah pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan akibat Covid-19 tembus 3,06 juta orang.

Akibat macetnya sektor perekonomian, pertumbuhan ekonomi pun terhambat. Pada kuartal I, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 2,97 persen secara tahunan (yoy). Meski pun secara kuartal menyusut 2,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 5,07 persen.

Di kuartal II, ekonomi RI makin suram lagi. BPS mengumumkan, ekonomi RI terkontraksi -5,32 persen.

Pertumbuhan ekonomi minus tersebut merupakan yang paling rendah sejak krisis moneter pada tahun 1998–1999.

Sementara pada kuartal III, pada 23 September 2020 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III akan berada di kisaran minus 2,9 persen hingga minus 1,1 persen. Angka tersebut lebih dalam jika dibandingkan dengan proyeksi awalnya, yakni sebesar minus 2,1 persen hingga 0 persen.

Dengan demikian Indonesia pun masuk ke jurang resesi.

Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun berada di kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.

Apa sebenarnya resesi? Yuk kita belajar bersama-sama untuk mengenal resesi , apa dampaknya ke kita, dan bagaimana kita menghadapinya

Sebelum masuk ke resesi kita harus tahu dulu mengenai pertumbuhan ekonomi

doublearrow
arrow
Coins
Coins
cloud
cloud
baloon
baloon
baloon
cloud
cloud

Pertumbuhan
Ekonomi

Secara sederhana, pertumbuhan ekonomi merupakan keadaan ekonomi di suatu negara dalam kurun waktu tertentu, bisa secara tahunan, secara semesteran, atau secara kuartalan.

Pertumbuhan ekonomi menjadi indikator penentu suatu negara mengalami resesi atau depresi ekonomi.

Bagaimana Mengukur
Pertumbuhan Ekonomi?

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS menghitung pertumbuhan ekonomi dengan metode melihat data PDB alias produk domestic bruto.

PDB adalah ukuran pendapatan dan pengeluaran sebuah ekonomi dengan mengabaikan pendapatan yang diterima dari atau dibayar kepada non residen.

analityc
analityc
data

Bagaimana BPS
mendapatkan data?

survei langsung di lapangan
Misalnya, data penghitungan konsumsi rumah tangga didapatkan BPS melalui survei rumah tangga dengan lingkup nasional dan dilakukan secara sampel. Setiap rumah tangga yang terpilih dalam survei dikunjungi oleh petugas pencacah yang diberikan tanggung jawab untuk mewawancarai responden.

dari kementerian/lembaga terkait.
Misalnya, data ekspor dan impor yang didapatkan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan PT Pos Indonesia, catatan instansi lain di perbatasan, dan hasil survei perdagangan lintas batas laut.

Setelah semua data tersebut diolah oleh BPS maka akan menghasilkan data PDB nasional pada periode tertentu, yang akan menjadi dasar untuk mengetahui terjadi pertumbuhan ekonomi atau malah penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Menghitung
pertumbuhan ekonomi

PDB pada periode B dikurangi PDB periode A. Kemudian dibagi dengan PDB periode A. Lalu dikalikan 100 persen.

Contoh:
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen.
Jika dihitung berdasarkan PDB maka caranya:
PDB kuartal II-2020 mencapai Rp 2.589,647 triliun
PDB kuartal II-2019 sebesar Rp 2.735,291 triliun.

Pertumbuhan ekonomi = ((2.589,647-2.735,291)/2.735,291) x 100 persen
= -5,32 persen

cloud
cloud
cloud
cloud
cloud
airplane
moneybird
moneybird
moneybird
moneybird
moneybird
moneybird
moneybird
moneybird
moneybird
moneybird
moneybird
cloud

Apa itu
Resesi

Resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung dalam beberapa bulan, umumnya dalam 3 bulan lebih. Dengan kata lain, resesi diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi selama 2 kuartal berturut-turut.

Saat resesi, ekonomi suatu negara sama sekali tidak tumbuh, malah justru turun bahkan mengalami kontraksi alias menyusut.

Resesi dinyatakan usai bila pertumbuhan ekonomi suatu negara kembali tumbuh positif dan kembali ke titik normal meski secara bertahap. Namun bila tak kunjung positif, fenomena ini dinamakan depresi ekonomi.

Depresi
Ekonomi

Depresi ekonomi bisa diartikan sebagai resesi yang sangat parah. Depresi ekonomi biasanya dipahami sebagai kemerosotan ekstrem dalam aktivitas ekonomi yang berlangsung selama beberapa tahun atau dalam waktu yang lama.

Great
Depression

Salah satu negara yang pernah mengalami depresi ekonomi adalah Amerika Serikat. Negeri Paman Sam ini pernah mengalami masa depresi ekonomi pada tahun 1930 yang disebut dengan Great Depression/Depresi Hebat.

Depresi Hebat adalah salah satu kemerosotan ekonomi paling parah dalam sejarah yang berlangsung dari 1929-1939.

Depresi Hebat dimulai di Amerika pada tahun 1929 sebagai resesi sebelum meluas secara global, terutama di Eropa.

particles
mountain
cloud
moneybird
moneybird
moneybird

Dampak
Resesi

Bisa dibilang, dampak resesi terhadap suatu negara bersifat domino. Bukan hanya di kalangan investor atau pebisnis, dampak paling nyata justru dirasakan oleh masyarakat kebanyakan.

  1. PHK besar-besaran
  2. Pengangguran meningkat
  3. Kemiskinan meningkat
  4. Daya beli menurun
  5. Kredit macet
  6. Kriminalitas meningkat

C C
money

Daftar negara
yang terjerat resesi

Pandemi Covid-19 menyebabkan perekonomian banyak negara porak poranda. Tak pandang bulu, baik negara berkembang maupun negara maju terjerembab ke jurang resesi akibat wabah ini. Semakin hari, semakin banyak negara yang mengonfirmasi mengalami resesi ekonomi akibat Covid-19.

Setidaknya ada 40 negara, termasuk Indonesia, yang mengalami resesi akibat dampak mahluk tak kasat mata ini.

Amerika Serikat

Ekonomi AS pada kuartal II 2020 minus hingga 32,9 persen. AS terjerumus ke jurang resesi untuk pertama kalinya dalam 11 tahun.

Jerman

Ekonomi Jerman pada kuartal II-2020. Adapun pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Jerman dilaporkan minus 2 persen.

Perancis

Kuartal II tahun 2020 minus 13,8 persen. Pada kuartal I tahun 2020 minus 5,9 persen.

Italia

Pada kuartal II-2020, ekonomi Italia minus 17,3 persen. Sementara di kuartal I-2020, ekonomi Italia minus 5,5 persen.

Korea Selatan

Negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia tersebut menyusut 3,3 persen pada kuartal II yang berakhir pada bulan Juni.

Secara tahunan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan akan merosot 2,9 persen. Angka tersebut merupakan penurunan terdalam sejak kuartal IV tahun 1998.

Spanyol

Spanyol memasuki fase resesi ekonomi usai PDB kuartal II 2020 turun hingga 18,5 persen. Secara kuartalan, pertumbuhan minus ini merupakan rekor pertumbuhan ekonomi terburuk. Di kuartal I 2020, ekonomi Spanyol juga anjlok hingga 5,2 persen.

Hong kong

Ekonomi Hong Kong tercatat minus 9 persen (yoy) di kuartal II-2020. Minusnya pertumbuhan ekonomi kuartalan merupakan yang keempat secara berurutan sejak tahun 2019.

Pada kuartal I-2020 pertumbuhan ekonomi Hong Kong minus 9 persen.

Singapura

Perekonomian Singapura mengalami kontraksi 42,9 persen (quarter to quarter) pada kuartal kedua tahun 2020.

Adapun secara tahunan, perekonomian Singapura menyusut 13,2 persen.

Filipina

Pertumbuhan ekonomi Filipina minus 16,5 persen pada kuartal II-2020. Hal tersebut merupakan yang terburuk sejak pencatatan pertumbuhan ekonomi Filipina pertama kali dilakukan pada tahun 1981.

Pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Filipina tercatat minus 15,2 persen.

Inggris

Mengutip The Guardian, Inggris mengalami resesi terparah sepanjang sejarah ekonominya. Ekonomi Inggris pada kuartal II-2020 negatif hingga 20,4 persen. Sebelumnya, ekonomi Inggris minus 2,2 persen pada kuartal I-2020.

Malaysia

Mengutip S&P global, ekonomi Malaysia jatuh ke dalam jurang resesi karena Produk Domestik Bruto (PDB) anjlok -16,5 persen di kuartal II 2020.

Secara tahunan menurut Bank Sentral setempat, ekonomi Malaysia mengalami kontraksi minus 17,1 persen pada kuartal II 2020. Anjloknya ekonomi merupakan yang pertama sejak krisis keuangan global.

Polandia

Polandia mengalami resesi pertamanya sejak akhir era komunis lebih dari 30 tahun lalu.

Di kuartal II-2020, perekonomian menyusut jadi minus 8,9 persen karena efek karantina wilayah (lockdown), setelah terkontraksi minus 0,4 persen pada kuartal I-2020.

Thailand

Pertumbuhan ekonomi Thailand minus 12,2 persen pada kuartal II-2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini adalah penurunan terbesar sejak Krisis Keuangan Asia pada 1998 silam.

Adapun pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Thailand tercatat minus 1,8 persen.

Jepang

Perekonomian Jepang minus 7,8 persen pada kuartal II-2020. Kontraksi pertumbuhan ekonomi yang dialami Jepang terjadi dalam tiga kuartal berturut-turut.

Kontraksi untuk kuartal II tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal I yang sebesar 0,6 persen. Adapun jika dihitung secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Jepang sudah minus 2,2 persen.

Malaysia

Kanada mengalami resesi pasca pertumbuhan ekonomi pada kuartal II negatif 11,5 persen. Dengan itu, Kanada resmi masuk ke dalam daftar negara maju atau G7 yang mengalami resesi.

Output ekonomi Kanada menyusut sebesar 11,5 persen antara April dan Juni, menjadi penurunan paling tajam dalam rekor sejak 1961.

Brasil

Produk domestik bruto (PDB) Brasil pada kuartal II tercatat -9,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, PDB kali ini -11,4 persen.

Rekor penurunan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II ini lebih besar dari total kerugian dalam sembilan resesi yang melanda Brasil dalam 40 tahun terakhir.

Afrika Selatan

Kuartal I-2020, PDB Afrika Selatan mengalami kontraksi 16 persen, lalu pada kuartal II-2020 mengalami kontraksi hingga 51 persen.

Albania

Pada kuartal I-2020, PDB Albania mengalami kontraksi sebesar 2,5 secara year on year (yoy). Lalu, di kuartal II-2020 mengalami kontraksi kembali hingga 4,8 persen.

Angola

Angola sudah mengalami resesi selama 4 tahun berturut-turut. Di tahun 2020 ini, Angola diproyeksi bisa bangkit. Namun, ketika Covid-19 menyerang, negara tersebut kembali terpuruk dan kemungkinan besar gagal ke luar dari jurang resesi.

Ekonom memprediksi PDB tahun 2020 Angola akan mengalami kontraksi 9,3 persen.

Belanda

Ekonomi Belanda minus 1,7 persen pada kuartal I-2020. Di kuartal-II 2020, ekonomi negara kincir angin itu kembali minus 9,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Belgia

Perekonomian Belgia mengalami kontraksi yang cukup dalam sejak kuartal I-2020 akibat pandemi Covid-19.

Ekonomi Belgia mengalami minus 3,5 persen pada kuartal I-2020. Adapun pada kuartal II 2020 ekonomi negara tersebut minus 14,5 persen.

Finlandia

Finlandia resmi terjun ke jurang resesi setelah mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut. PDB kuartal I-2020 mengalami kontraksi 1,1 persen. Sementara, di kuartal II-2020 minus 6,4 persen.

Lithuania

Ekonomi Lituania turun hingga minus 2,4 persen pada kuartal I-2020. Ekonominya pun masuk ke dalam resesi karena minus 3,8 persen pada kuartal II-2020.

Meksiko

Ekonomi Meksiko minus 18,9 persen pada kuartal II-2020. Kuartal I minus 1,4 persen.

Austria

Ekonomi Austria kuartal II-2020 minus 12,8 persen. Kuartal I-2020 pertumbuhan minus 2,8 persen.

Latvia

Ekonomi Latvia juga masuk ke dalam resesi setelah mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dua kali berturut-turut. Pada kuartal II-2020 ekonomi Latvia minus 9,8 persen. Sementara itu, pada kuartal I-2020 minus 1,5 persen.

Ceko

Ekonomi Ceko di kuartal II-2020 minus 10,7 persen. Kuartal I-2020 minus 2 persen.

Latvia

Ekonomi Lebanon minus 5 persen pada kuartal II-2020. Kuartal I minus 4 persen.

Ukraina

Kuartal II-2020 minus 11,4 persen. Kuartal I-2020 minus 1,3 persen.

Slovakia

Kuartal I-2020 minus 3,7 persen, kuartal II-2020 minus 12,1 persen.

Portugal

Ekonomi Portugal kuartal II-2-2- minus 16,3 persen. Kuartal I-2020 minus 2,3 persen.

Tunisia

Kuartal II-2020 minus 21,6 persen. Kuartal I-2020 minus 1,7 persen.

Skotlandia

PDB kuartal II-2020 minus 19,7 persen. kuartal I-2020 minus 2,5 persen.

Denmark

Ekonomi Denmark minus 7,4 persen pada kuartal II-2020. Kuartal I-2020 minus 2 persen.

Hungaria

Kuartal I-2020 minus 0,4 persen. Kuartal II-2020 minus 14,5 persen.

Norwegia

Kuartal II-2020, ekonomi yang tidak termasuk produksi minyak dan gas, menyusut hingga minus 6,3 persen. Kuartal I-2020 minus 2,2 persen.

Swiss

Minus 8,2 persen pada kuartal II 2020. minus 2,5 persen pada kuartal I.

Australia

Kuartal II-2020 minus 7 persen. Mminus 0,3 persen pada kuartal I. Resesi ekonomi yang dialami Australia merupakan pertama kalinya dalam 35 tahun terakhir.

Selandia Baru

Ekonomi Selandia kuartal II minus 12,2 persen. . Ini merupakan yang terburuk yang pernah dialami Selandia Baru sejak 1987.

Pada kuartal I-2020, perekonomian Selandia Baru -1,4 persen.

Indonesia

Di kuartal II-2020 ekonomi RI minus 5,32 persen. Pertumbuhan ekonomi minus tersebut merupakan yang paling rendah sejak krisis moneter pada tahun 1998–1999.

Menkeu Sri Mulyani memproyeksikan kuartal III 2020 ekonomi indonesia bakal minus 2,9 persen

Apa yang dilakukan
pemerintah

desk

Pemerintah mencanangkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, sekaligus menghadapi ancaman resesi. Ada tiga rancangan yang dibuat oleh pemerintah, yaitu APBN, stimulus, dan investor domestik.

Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Raden Pardede mengatakan, kebijakan fiskal pemerintah menjadi satu-satunya cara untuk menolong ekonomi Indonesia tak terpuruk.

Bila hanya mengandalkan pelaku usaha swasta, ekonomi RI akan sulit selamat dari resesi. Pelaku usaha swasta lebih berhati-hati dalam bertindak dan memberi keputusan.

Oleh karena itu, pemerintah mempersiapkan beragam stimulus, salah satunya melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pemerintah menyiapkan anggaran program PEN sebesar Rp 695,2 triliun. Anggaran dialokasikan untuk program kesehatan senilai Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, dan insentif usaha sebesar Rp 120,61 triliun.

Kemudian, anggaran untuk sektor UMKM sebesar Rp 123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp 53,57 triliun, serta anggaran untuk dukungan sektoral kementerian/lembaga dan pemda Rp 106,11 triliun.

pink

Insentif dan stimulus
yang diberikan

1. Kartu Prakerja

Kartu prakeja memberikan bantuan biaya sekaligus rekomendasi pelatihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya.

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 20 triliun dengan target 5,6 juta orang.

2. BLT UMKM

Bantuan Presiden (Banpres) Produktif atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 2,4 juta kepada 9,1 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

3. Subsidi gaji pekerja

Melalui Kementerian Ketenagakerjaan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BJPS Ketenagakerjaan atau subsidi gaji Rp 600.000 per bulan bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

Anggaran sebesar Rp 37,7 triliun. Pencairan dilakukan oleh Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BTN.

4. Restrukturisasi kredit

Masyarakat diberikan kelonggaran kredit berupa penurunan suku bunga, perpanjangan waktu, hingga pengurangan tunggakan pokok, dengan jangka waktu mulai dari 3 bulan sampai 1 tahun.

5. Kredit modal kerja

Untuk membangkitkan sektor riil, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun kepada Himpunan Bank-bank Milik Negara (Bank Himbara).

Penempatan dana bertujuan agar Bank Himbara bisa menyalurkan kredit dengan leverage 4 kali lipat, atau Rp 120 triliun dari dana penempatan.

6. Subsidi pulsa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan dana Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota internet siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama empat bulan, terhitung dari September hingga Desember 2020.

7. Bantuan Sosial Tunai

Kementerian Sosial (Kemensos) berencana membagikan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia dalam kurun waktu 6 bulan, yakni dari Juli-Desember 2020 dengan anggaran Rp 32,5 triliun.

8. Insentif tarif listrik

Listrik gratis untuk pelanggan listrik golongan 450 VA.

Diskon 50 persen untuk pelanggan listrik golongan subsidi 900 VA.

9. BLT Dana Desa

Rp 24 triliun untuk bantuan sosial dana desa yang disalurkan melalui skema bantuan langsung tunai atau BLT kepada 5,8 juta keluarga miskin di desa.

Masing-masing kepala keluarga mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan.


Pertumbuhan ekonomi
Indonesia 2019-2020

*Kuartal III 2020 merupakan proyeksi pemerintah
round round
invest

Resesi, apa yang perlu
dilakukan

Menghadapi resesi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan kita. Head of Marketing IPOT PT Indo Premier Sekuritas, Paramita Sari mengatakan, berbagai cara bisa mendukung upaya pemerintah dalam menjaga perekonomian ke depan.

Berhemat

Hemat bukan berarti pelit. Hemat bisa menjadi tameng untuk menghadapi kondisi perekonomian yang bisa jauh lebih seret dari saat ini. Fokuslah pada kebutuhan-kebutuhan pokok yang kamu perlukan setiap hari. Kunci penghematan adalah mengendalikan keinginan dan mengutamakan kebutuhan.

Persiapkan Dana Darurat

Sebaiknya, dana darurat ditempatkan di aset-aset likuid untuk mengantisipasi pengeluaran yang tak terduga itu. Rumus ideal dana darurat adalah jumlah pengeluaran bulanan dikalikan dengan jumlah bulan yang diantisipasi. Biasanya minimal cukup untuk pengeluaran 6 bulan.

Tetap berbelanja dengan membeli produk lokal dan UMKM

Salah satu langkah untuk membuat RI cepat bangkit dari resesi adalah membeli produk lokal dan UMKM. Sektor UMKM ada sektor riil paling dasar karena langsung menyentuh level masyarakat.

Berinvestasi

Salah satu investasi yang tetap menarik di hadapan kondisi resesi adalah investasi di pasar modal mulai dari reksa dana dan saham. Diversifikasi investasi di pasar modal bisa dimulai dengan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap dengan risiko yang tidak terlalu besar dan khusus untuk saham tentu penting bagi investor dengan lebih memperhatikan saham-saham bluechip.

building money cloud cloud coins coins

Jangan lupa asuransi
dalam portofolio

Sebagai instrumen jangka panjang, asuransi tidak boleh dipandang sebelah mata. Presiden Direktur Chubb Life Indonesia, Kumaran Chinan mengungkapkan, asuransi merupakan mekanisme vital dalam memastikan keamanan finansial, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi seperti saat ini.

Kontributor Senior Forbes Camilo Maldonado dalam tulisannya yang berjudul “7 Things You Need To Do To Prepare For A Potential Recession” menyebutkan, asuransi sangat relevan dengan situasi yang tidak menentu saat ini.

“Dengan berinvestasi sejak dini, masyarakat dapat membangun keamanan finansial dan terlindungi dari ancaman resesi,” tulis Camilo.

Producer
Erlangga Djumena
Co Producer
Fika Nurul Ulya
Editor
Bambang Jatmiko, Erlangga Djumena, Muhammad Idris,
Sakina Rakhma Diah Setiawan, Yoga Sukmana
Writer
Ade Miranti Karunia, Akhdi Martin Pratama, Elsa Catriana,
Fika Nurul Ulya, Kiki Safitri, Mutia Fauzia, Rullly R. Ramli, Yohana Artha Uly
UI/UX TIM KOMPAS.COM
Anggara Kusumaatmaja, Georgious Jovinto, Haman
Periset
Dino Oktaviano

Published:

Copyright 2020. Kompas.com