virion part 2
small virus
small virus
small virus
small virus
small virus
small virus
small virus
small virus
Gambar suasana mencekam di Wuhan.

Musuh baru muncul. Lagi-lagi, dia berasal dari suku virus corona yang dulu pernah bikin gara-gara

Kali ini, kita jauh lebih sigap dari seabad lalu (Yang selanjutnya, mungkin bisa dibikin kayak gambar timeline) Virus ini secara genetik 96 persen identik dengan coronavirus pada kelelawar. 3 Februari 2020. Kita perlu nama baru untuk jenis virus ini.
19 Februari. Jelas, ini bukan MERS dan SARS COV. Ini virus baru, virus corona ke-7 yang menginfeksi manusia.
Namanya adalah SARS-CoV-2. 6 Maret Virus ini lebih stabil di permukaan plastik dan stainless steel daripada kertas kardus. 17 Maret. Bukan, ini bukan dari lab! 17 Maret.

Kita juga melihat ilmu pengetahuan lebih terbuka…

Biasanya Orang mau akses jurnal ilmiah di depan laptop lalu lihat keterangan haru bayar dulu.
Bayangin, Harvard aja harus keluarin duit Rp 52 miliar per tahun buat jurnal doang
Sekarang, ada yang namanya repository. Publikasi bahkan bisa diakses sebelum diterbitkan.
Indonesia juga punya repository, namanya RINarxiv

sampai awal juni, sudah ada 17.000 publikasi soal SARS-CoV-2. bioRxiv sendiri punya lebih dari 4.000.

A: Ada yang ngaco nggak? B: Di bioRxiv ada yang cuma prediksi-prediksi. Akhirnya riset macam itu diblok.
Yang di jurnal juga belum tentu enggak punya masalah. Jurnal The Lancet menarik publikasi soal klorokuin pada 4 Juni 2020 karena datanya bermasalah

sains kini lebih cepat disajikan, kita harus lebih kritis lagi

Ini salah satu riset yang harus kita pertanyakan

Kita temukan kombinasi 5 obat Covid-19. Baru tahap praklinis, tidak ada publikasi ilmiah. Jangan langsung percaya! Prof. Dr Muhammad Nasih, rektor Universital Airlangga
Kita juga melihat sains lebih beragam. Pastinya, ada debat
Ilmuwan asia: Pakai masker biar Covid-19-nya enggak nyebar Ilmuwan barat: Ngapain semua pakai masker. Enggak ngaruh. Yang punya gejala saja yang pakai.

ternyata setelah diteliti, pakai masker mengurangi penyebaran virus corona hingga 85 persen!

Ilmuwan Asia: Di Jerman, ada orang yang terinfeksi Covid-19 dari orang lain yang enggak menunjukkan gejala. Ini tanda kalau masker penting.
Gambar orang komentar: Kalau semua pakai N95, stok masker akan terbatas. Akhirnya stok buat tenaga medis malah berkurang.
Di Indonesia Achmad Yurianto: Pakai masker kain enggak apa-apa. 60 persen cegah penularan virus corona.
Di Amerika Serikat Atul Gawande: Rumah sakit saya di Boston juga adopsi pendekatan di Asia. Semua pakai masker N95. Bisa disterilkan dan dipakai ulang buat jaga stok.
Meski diwarnai perdebatan, sains membuahkan hasil. 135 kandidat vaksin dan obat. 42.000 genetic sequencing SARS-CoV-2 di seluruh dunia.
 Indonesia lewat Lembaga Eijkman nyumbang 7 dan ITD Universitas Airlangga 6.

Tetapi, selalu ada yang menyangkal sains…

Gambar Trump dan Terawan
Anda mungkin juga salah satunya…

Bersambung...

Tim Produksi
Produser
Yunanto Wiji Utomo
Naskah dan Edit
Shierine Wangsa Wibawa
Yunanto Wiji Utomo
Storyboard
Georgious Jovinto
Ilustrasi dan Desain
Anggara Kusumaatmaja
Andika Bayu
Developer
Bayu Adi Prakoso
Penyelaras Bahasa
Erwin Hutapea
Penerjemah
Oik Yusuf

Published:

Copyright 2020. Kompas.com